Dalam social media marketing, kamu perlu untuk menginformasikan brandmu pada audience. Ini lah yang dinamakan social media storytelling.

Social media storytelling adalah penggunaan social media untuk memberitahu audience soal brandmu. Melalui social media storytelling kamu bisa memikat audience dengan cerita soal brand, produk, atau apapun agar mereka bisa mejadi followers atau bahkan customers.

Social media storytelling bukan soal cara menjual produk. Ini adalah cara untuk meningkatkan awareness pada audience.

Tapi bagaimana cara melakukannya? Ada tiga cara dalam social media storytelling

 

1. Synedoche

Seperti namanya, cara ini menggunakan sebagian hal untuk mewakili keseluruhan hal. Misalnya kamu bisa menggunakan satu postingan untuk mewakili keseluruhan cerita brandmu.

Salah satu brand yang paling sering menggunakan cara ini adalah agen travel seperti Traveloka. Brand ini mengandalkan foto atau video estetik untuk menunjukkan experience yang sudah didapatkan customers mereka. Mereka lalu memberi sedikit narasi soal apa yang akan didapatkan audience dengan menggunakan jasa mereka. Cara ini menunjukkan experience pada audience lebih nyata sehingga mereka terdorong untuk menggunakan jasa Traveloka.

 

2. Origins

Cara ini adalah cara yang paling klasik untuk menceritakan brandmu dengan melibatkan audience sejak awal. Kamu bisa berinteraksi dengan aktif pada audience di sini.

Sebelum menggunakan cara ini, kamu harus tahu apa yang diinginkan audience terhadap brandmu. Setelahnya buat konten atau campaign sesuai yang mereka inginkan. Makanya penting untuk berinteraksi dan mendengar audience di sini.

Meskipun merepotkan, cara ini punya engagement yang tinggi dengan audience. Kamu bisa tahu dengan mudah jenis konten seperti apa yang disukai audience.

 

3. Spoilers

Spoilers menggunakan ringkasan singkat dari keseluruhan elemen yang akan disampaikan. Cara ini bisa sangat efektif membangkitkan minat audience kalau kamu dapat menyampaikannya dengan baik.

Untuk menggunakan cara ini, kamu perlu membuat spoiler yang powerful dan relevan dengan audience sehingga mereka terpancing. Buat audience merasa penasaran dan bawa mereka secara perlahan menuju goal dari ceritamu.

 

Pada dasarnya ketiga cara ini memiliki satu pola yang sama, yaitu melibatkan audience dalam cerita. Ini karena audience adalah bagian dari cerita brandmu juga.

Melibatkan audience bukan berarti mengontrol mereka sesuka hatimu. Sebaliknya, libatkan mereka agar mereka mau berpartisipasi dengan brandmu. Dengarkan mereka, ketahui apa yang merekainginkan, dan biarkan merasa terlibat dengan brandmu.